Sejarah

STMIK Muhammadiyah Paguyangan Brebes merupakan perguruan tinggi muhammadiyah pertama di kabupaten Brebes yang didirikan berdasarkan surat keputusan No:1/KEP/IV/0/B/2014 tanggal 27 sya’ban 1435 H, bertepatan tanggal 25 Juni 2014M, pimpinan cabang muhammadiyah Paguyangan dan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 230/KPT/I/2017 tentang izin pendirian Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Muhammadiyah Paguyangan Brebes di kabupaten Brebes, provinsi Jawa Tengah yang didirikan oleh persyarikatan muhammadiyah.

STMIK Muhammadiyah Paguyangan Brebes juga merupakan perguruan tinggi yang konsen terhadap teknologi komputer khususnya teknologi informasi. Hal ini dimaksudkan untuk menjawab tantangan terhadap maslah yang dihadapi masyarakat berkaitan dengan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat dan dinamis, baik masyarakat akdemis, industri, maupun masyarakat pada umumnya. Bagi masyarakat akademisi kemajuan teknologi informasi sangat banyak sekali memberikan dukungan terhadap kemudahan akses informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan akademik termasuk didalamnya kegiatan penelitian. Sementara bagi masyarakat industri, teknologi informasi dijadikan sebagai dukungan dalam operasional sehari hari.

Kemajuan teknologi informasi saat ini telah sampai pada teknologi cyber, sehingga memungkinkan komunikasi kita tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan tidak terbatasnya ruang dan waktu mengakibatkan semakin ketatnya persaingan dikalangan industri yang semakin terbuka lebar. Sebagai upaya untuk membantu dalam mengantisipasi kemajuan dunia terutama akibat pesatnya teknologi informasi dipandang perlu adanya lembaga pendidikan dari tingkat pendidikan menengah sampai dengan perguruan tinggi yang konsen kajiannya bidang teknologi informasi. Oleh karena itu kehadiran STMIK Muhammadiyah Paguyangan Brebes menjadi sangat strategis dalam berupaya semaksimal mungkin memberikan pendidikan dan bekal kepada masyarakat ilmu pengetahuan tentang teknologi informasi dalam rangka menyesuaikan diri terhadap kemajuan di era globalisasi informasi.

STMIK Muhammadiyah Paguyangan hadir di kota kecil dengan semboyan Techno, Saints and humanity yang artinya teknologi, sains dan kemanusiaan. Semboyan ini menjadi inspirasi dalam mengelola STMIK Muhammadiyah Paguyangan Brebes, yaitu tekno memiliki maksud bahwa lokus kajian yang diselenggarakannya adalah berbasis teknologi, sains artinya selain teknologi STMIKMPB juga menyelenggarakan pengkajian disiplin ilmu pengetahuan dan seni. Disamping kedua semboyan tersebut, STMIK Muhammadiyah Paguyangan Brebesmembumikan konsep humanity yang berarti kemanusiaan dengan masksud bahwa STMIK Muhammadiyah Paguyangan Brebes dikelola dengan dasar kemanusiaan, semua kegiatan manajemen didasarkan atas pertimbangan kemanusiaan dan dilakukan dengan cara cara manusiawi serta dalam rangka untuk mewujudkan kesejahteraan layaknya manusia.